BRMP Papua Barat Tinjau Progres Program Cetak Sawah Rakyat di Sorong Selatan
Sorong Selatan — 28 November 2025. Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Barat melaksanakan kegiatan koordinasi dan peninjauan lapangan untuk memastikan perkembangan pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kabupaten Sorong Selatan. Kegiatan ini bertujuan memperkuat dukungan teknis pemerintah pusat dalam mendukung peningkatan kapasitas produksi pangan daerah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pertemuan di Dinas Pertanian Kabupaten Sorong Selatan bersama Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Dince Sopakua, S.Pt. Pertemuan tersebut membahas progres pelaksanaan CSR, khususnya mengenai ketersediaan benih padi, kesiapan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta perkembangan pekerjaan konstruksi cetak sawah.
Usai pertemuan, tim BRMP bersama Dinas Pertanian Sorong Selatan dan Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (P2KP) Provinsi Papua Barat Daya meninjau kondisi alsintan yang telah tiba di lapangan, termasuk unit yang masih dalam proses perakitan. Pendataan dan pendokumentasian dilakukan untuk memastikan seluruh peralatan sesuai jumlah, spesifikasi, serta siap digunakan dalam mendukung pelaksanaan program.
Peninjauan kemudian dilanjutkan ke lokasi persemaian benih padi. Berdasarkan hasil pengamatan, kondisi persemaian berada dalam keadaan baik dan dinilai siap mendukung tahap penanaman dalam program CSR.
Tahap akhir peninjauan dilakukan di lokasi utama pekerjaan konstruksi cetak sawah. Tim mendapati bahwa progres pelaksanaan konstruksi berjalan dengan baik dan diharapkan dapat terus meningkat sehingga target pelaksanaan dapat dicapai sesuai jadwal.
Melalui rangkaian kegiatan ini, BRMP Papua Barat menegaskan komitmennya dalam mendukung program swasembada pangan sekaligus mendorong percepatan modernisasi pertanian di Kabupaten Sorong Selatan. Kolaborasi yang kuat antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat diharapkan mampu memperlancar pelaksanaan CSR serta memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi pangan di wilayah Papua Barat Daya.